PERKEBUNAN KELAPA SAWIT & PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR KALIMANTAN TENGAH

Pengarang: 

SISVA MARYADI, POLTAK JOHANSEN, MOCH. ANDRI WP

Penerbit: 

BPNB PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2013

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

PPK - 633.303.4 (630-639)

ISSN/ISBN: 

978-602-1202-56-2

Jumlah Halaman: 
84

Pada dekade awal hingga pertengahan tahun 1980-an, jenis tanaman kelapa sawit mulai dikenal dan dikembangkan sebagai komoditas tanaman pekebunan di Kalimantan. Selain menjadi komoditas yang paling diunggulkan, juga menjadi momok yang menakutkan secara ekologis, mengingat begitu luasnya ekspansi lahan-lahan perkebunan yang ada di wilayah ini selama ini. Oleh karena itu, rangkaian tulisan pada buku ini mencoba mengungkap dan menggambarkan sejauh mana fakta-fakta tersebut selama ini terjadi. Diawali oleh sebuah tulisan pembuka yang berjudul Pola Adaptasi Komunitas terhadap Peralihan Fungsi dan Askes Lahan, mengungkapkan bagaimana peralihan fungsi kawasan ternyata juga merubah pola-pola akses masyarakat sekitar dan cara masyarakat sekitar melakukan proses adaptasi terhadap perubahan-perubahan tersebut. Demikian pula dengan jduul tulisan berikutnya yaitu Perubahan Kehidupan Masyarakat Adat Akibat Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit dan Perubahan Masyarakat di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit mencoba untuk menggarisbawahi bahwa pola-pola perkebunan besar kelapa sawit selama ini, mau tidak mau harus diakui juga cukup berpengaruh terhadap kondisi kehidupan masyarakat.

Translate

In the early decades to the middle 1980s, oil palm plantations began to be recognized and developed as plantation crop commodities in Kalimantan. Aside from being the most seeded commodity, it was also an ecologically frightening spectre, given the vast expansion of plantation lands in the region so far. Therefore, the series of writings in this book tried to uncover and illustrate the extent to which these facts had occurred. Beginning with an opening article entitled "Community Adaptation Patterns for Land Transition and Askes Land", revealed how the change in function of the area turned out to also change the patterns of access of surrounding communities and the way the surrounding communities carried out the process of adaptation to these changes. Likewise, the following article, namely Changes in Indigenous Peoples' Life Due to Development of Oil Palm Plantations and Changes in Communities around Oil Palm Plantations, tried to underline that the patterns of large oil palm plantations so far, inevitably must also be recognized enough to affect the living conditions of the community.