PERKAWINAN LUHAK TAMBUSAI

Pengarang: 

SITI ROHANA, DKK

Penerbit: 

BPSNT TANJUNGPINANG

Tahun Terbit: 

2009

Daerah/Wilayah: 
Riau
Rak: 

9.1 (JP)

ISSN/ISBN: 

0853-2923

PERKAWINAN LUHAK TAMBUSAI

Buku ini memuat beberapa judul sebagai berikut: 1) Perkawinan Luhak Tambusai di Kabupaten Rokan Hulu oleh Siti Rohana. Upacara perkawinan di Luhak Tambusai dibagi menurut golongan masyarakat dalam struktur sosial, yaitu perkawinan yang memakai adat sumondo, yaitu perkawinan yang dilakukan oleh golongan sibah lua atau orang pesukuan; 2) Jambi: Peranannya Dengan Kesultanan Melayu Lainnya di Sumatera (Abad XVIII-XIX). Pada abad 18-19 di kawasan Barat nusantara tepatnya di Sumatra telah ada perkeat di antara Kesultanan Melayu. Pada periode itu terdapat interest yang sama di kalangan Kesultanan Melayu yaitu di dalam komoditas perdagangan; 3) Pencak Silat: Permainan Rakyat Melayu Kepulauan Riau oleh Dewi Sobuwati. Terdapat 3 macam pencak silat yang ada di kecamatan Tanjungpinang Barat yaitu pencak silat seni, pencak silat tanding dan pencak silat seni pernapasan; 4) Toponimi Daerah Propinsi Jambi oleh Syahrial De Saputra. Toponimi adalah asal usul nama tempat, yang dibahas disini adalah asal usul jambi, sungai Batanghari, Bukit Sanggar Puyuh, Bukit Kancah, Kerinci, Tanah pilih; 5) Kehidupan Nelayan di Kabupaten Bangka oleh Evawarmi. Tingkat keberhasilan para nelayan dalam memenui kebutuhannya sangat tergantung kepada ketrampilan, etos kerja, modal, kemampuan mengatur ekonomi keluarga dan tentunya kesempatan serta peruntungan/ nasib; 6) Kehidupan Pedagang Kaki Lima di Kota Tanjungpinang oleh Novendra. Aktivitas perdagangan kaki lima di pasar Tanjungpinang lebih banyak dilakukan oleh anggota masyarakat suku bangsa Minang. Namun demikian, ada juga anggota masyarakat Batak, Jawa dan Tionghoa.