PERKAMPUNGAN DI KOTA SEBAGAI WUJUD ADAPTASI SOSIAL (KEHIDUPAN DI PERKAMPUNGAN MISKIN DI KODYA MEDAN)

Pengarang: 

LINUS SIHALOHO, BINSAR NABABAN, MURIA R PURBA, HONTES SIHOTANG, S.T. SILALAHI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1982/1983

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Utara
Rak: 

PKE - 307.7 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
106

Wilayah Kota Medan yang mempunyai sarana perkotaan yang agak lumayan adalah Kecamatan Medan Baru (khususnya Kelurahan-Kelurahan Polonia, Jati, Madras Hulu, Petisa Hulum, Babura, dan Merdeka), Kecamatan Medan Barat (khususnya Keluruhan-Kelurahan Kesawan, Petisah Tengah, dan Sei Sikambing). Di sini dijumpai kantor-kantor pemerintahan dan perumahan, termasuk lingkungan yang memadai. Perkampungan dalam arti pemukiman dengan kondisi lingkungan yang relatif buruk dibanding dengan bagian lain dari kota itu, di Kodya Medan terdapat di semua Kecamatan, akan tetapi terutama di sepanjang Sungai Babura dan Sungai Deli. Warganya memilih pemukiman di sini karena sesuai dengan penghasilannya yang relatif kecil dan berasal dari kegiatan ekonomi informal. Walaupun demikian, hubungan sosial antar warga relatif akrab. Dua di antara perkampungan miskin, berdasarkan penilaian Pemda Kodya Medan adalah Tegalsari I di sekitar pusat dan Tanjunggusta di pinggiran kota. Kedua kampung ini digunakan sebagai sampel sasaran penelitian tentang perkampungan miskin di Kodya Medan. Kehidupan rumah tangga, lebih-lebih yang berkaitan dengan anak lebih ditangani oleh ibu daripada ayah. Hubungan perkawinan sama-sama ditandai oleh cerai hidup di antara 20 keluarga. Akan tetapi motivasi perceraian tampaknya tidak berkaitan dengan kemiskinan.