PERJALANAN SEJARAH KORPS POLISI MILITER DI KALIMANTAN BARAT 1950 - 1992

Pengarang: 

POLISI MILITER DAERAH MILITER

Penerbit: 

POLISI MILITER DAERAH MILITER VI TANJUNGPURA DETAS

Tahun Terbit: 

1992

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

L8.3(PRSTW

PERJALANAN SEJARAH KORPS POLISI MILITER DI KALIMANTAN BARAT 1950 - 1992

Rintisan organisasi Kesatuan Corp Polisi militer di Kalimantan Barat yaitu ditandai dengan kedatangan Delegasi TNI yang pertama yang erat kaitannya dengan adanya missi militer dari Pulau Jawa ke Kalimantan yang dipimpin oleh Djendral Major Soehardjo Hardjowardojo,kemudian kedatangan Delegasi TNI ke Kalimantan Barat di sambut dengan baik terlihat dengan para pengurusnya terdiri dari tokoh pejuang Republikein Kalbar bahkan mereka telah berperan aktif dalam pelaksanaan peresmian markas TNI yang pertama di Kalbar. Pembentukan organisasi kesatuan Corps Polisi Militer di Kalimantan Barat berkaitan erat dengan kedatangan delegasi TNI yang pertama ke Kalimantan Barat pada tanggal 27 Desember 1949. Persoalan pertama yang di hadapi TNI di Kalbar adalah kurangnya jumlah personil TNI sebagai kekuatan pokok organisasi. Perkembangan organisasi kesatuan Corps Polisi Militer di Kalimantan Barat yaitu 1. Periode tahun 1950 - 1958 terdiri dari : Corps polisi militer Detasemen Berdiri Sendiri A, Corps Polisi Militer Detasemen Kapuas 60, Corps Polisi Militer Detasemen regional VI/1;2. Periodetahun 1958 - 1985 yaitu : Polisi Militer Daerah Militer XII Tanjungpura, Polisi Militer daerah Militer XII Tanjungpura Tipe C; 3.Periode Tahun 1985 - sekarang yaitu : Sub Polisi Militer Daerah Militer VI Tanjungpura, Detasemen Polisi Militer VI/4 Pontianak; 4. Organisasi, tugas pokok dan fungsi Corps Polisi Militer yaitu : Organisasi, tugas pokok dan fungsi pomdam; Organisasi, tugas pokok dan fungsi Den Pom; Tugas dan tanggung jawab Dan Pomdam dan Dan den Pom; 5. Para komandan ksatuan Corps Polisi Militer di Kalimantan Barat. Peranan kesatuan Corps Polisi militer dalam berbagai peristiwa penting di Kalimantan Barat yaitu : Penyerahan dan pengakuan kedaulatan rakyat Indonesia oleh pemerintah Belanda di Kalimantan Barat, Berdirinya organisasi TNI di Kalimantan Barat, Operasi pertahanan daerah Dwi Komando Rakyat (Dwikora), Operasi penumpasan pemberontakan G 30 S/PKI di Kalimantan Barat, Operasi penumpasan gerombolan PGRS/Paraku, Pengawasan pos terpadu di Entikong, Biawak, dan Lubukantu serta penempatan ILO di Kuching, Keikutsertaan Corps Polisi Militer dalam latihan bersama Malaysia dan Indonesia di Kalimantan Barat, Pengamanan kunjungan presiden, wakil presiden ke Kalimantan Barat, Operasi Satgas TKPH dan operasi judi di Kalimantan Barat.