PERISTIWA 11 SEPTEMBER 1926 PERLAWANAN TEUNGKU PEUKAN TERHADAPBELANDA DI ACEH BARAT DAYA

Pengarang: 

HASBULLAH

Penerbit: 

BPSNT BANDA ACEH

Tahun Terbit: 

2009

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

HIS - 907.2 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-979-9164-78-0

Jumlah Halaman: 
19

Teungku Peukan sebagai leader of spiritual dan sekaligus pejuang dalam masyarakat Manggeng Aceh Barat Daya. Setelah Teungku Peukan Syahid dan tertangkapnya beberapa tokoh perlawanan dan perjuangan lainnya, di Aceh Barat Daya serangan terhadap marsose Belanda masih saja terjadi dari akhir tahun 1926-1930an. Hal ini akibat dari represivitas dari sistem lini konsentrasi yang dilakukan Belanda membuat kepanikan di dalam masyarakat Aceh. Sampai akhir kekuasaannya di Aceh Barat Daya kolonial Belanda masih saja menerapkan politik kekerasan dalam mengeksploitasi sumber daya alam, terutama dalam menggenjot finansial mereka. Saat ”zaman malaisse” menghantam perekonomian dunia saat itu, perekonomian kolonial semakin fluktuatif sehingga pada tataran lokal peranan uleebalang semakin digenjot. Akibatnya, maka lahirlah bentuk resistensi lain terhadap kolonial seperti yang dikenal dengan Atjehmoorden, baik yang dilakukan secara individu ataupun kelompok terhadap akses dan kepentingan kolonial di Aceh Barat Daya.