PERGESERAN POLA BERPAKAIAN ADAT PADA MASYARAKAT BALI (STUDI KASUS DI KABUPATEN GIANYAR)

Pengarang: 

I GUSTI AYU ARMINI, I MADE DHARMA SUTEJA, ANAK AGUNG GDE RAI GRIA, I KETUT SUDHARMA PUTRA

Penerbit: 

BPNB BALI

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Bali
Rak: 

TDK-391 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-214-5

Jumlah Halaman: 
97

Pakaian adat adalah pakaian tradisional yang dipakai secara turun-temurun dan menjadi identitas dengan ciri khas yang dapat dibanggakan oleh masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Didalamnya terkandung simbol-simbol yang mempunyai nilai-nilai budaya, pesan-pesan dan filsafat yang berkaitan dengan tata krama kehidupan masyarakat. Masing-masing pakaian adat memiliki arti simbolis dan nilai-nilai filosofis sesuai adat-istiadat atau corak budaya masing-masing daerah. Dan pola berpakaian adat ditentukan sesuai dengan aturan atau pakem tertentu. Masyarakat adat Bali memiliki pakem-pakem yang telah terwariskan secara turun-temurun. Didalamnya juga tampak adanya simbol-simbol tertentu yang menunjukkan tingkatan masyarakat, status, jabatan seseorang. Namun seiring dengan perubahan zaman, pakaian adat mengalami pergeseran. Pergeseran pola berpakaian adat pada masyarakat Bali dipengaruhi oleh faktor internal yang berasal dari dalam masyarakat Bali sendiri, karena adanya kebutuhan masyarakat terhadap jenis dan bentuk pakaian yang baru. Selain itu ada juga faktor eksternal yang disebabkan karena adanya pengaruh dari luar serta adanya kemajuan dalam bidang ilmu dan teknologi.