PERANAN TOKOH AGAMA DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN 1945 -1950 DI ACEH

Pengarang: 

RUSDI SUFI, MUHAMMAD NASIR, ZULFAN

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 

Tahun Terbit: 

1997

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

BLS - 922 (920-929)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
132

Masyarakat Aceh menyebut alim ulama yaitu Teungku, Teungku Chiek, Abu dan Abon. Ulama tersebut adalah aparat pendamping dan penasehat para umara atau pemimpin adat dalam melaksanakan pemerintahan khususnya yang menyangkut dalam bidang hukum Islam. Selain sebagai penasehat, juga membina atau mengasuh pengajian, menyelesaikan sengketa bersama Keuchiek dan Tuha Peut, mengurus yang berkenaan dengan kepentingan warga dan sebagainya. Kerjasama yang baik antara ulama dan umara sesuai dengan istilah “adat bak Poteumeuruhom dan hukom bak Syiah Kuala”, sehingga dapat menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bernegara. Pada masa pendudukan Jepang, para ulama Aceh mengkonsolidasikan diri untuk bersatu dalam suatu wadah, yaitu Persatuan Ulama Seluruh Aceh. Setelah kemerdekaan para ulama masih memberikan andil untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan dari rongrongan penjajah Belanda.