PERANAN RATU KALINYAMAT DI JEPARA PADA ABAD XVI

Pengarang: 

CHUSNUL HAYATI, DEWI YULIANTI DAN SUGIYARTO

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Tahun Terbit: 

2000

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

BSL - 920.72 (920-929)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
108

Terjadinya intrik di lingkungan keluarga Kesultanan Demak yang berakhir dengan terbunuhnya Arya Penangsang juga membawa dampak bagi citra Sunan Kudus. Bagi Ratu Kalinyamat, dengan terbunuhnya Arya Penangsang merupakan kepuasan. Ia merupakan seorang sosok wanita perkasa, yang mampu menjalankan kekuasaan tertinggi di Jepara setelah ia menjadi janda. Ratu Kalinyamat tidak hanya memainkan peranan yang sangat penting dalam mengatasi kemelut di Kesultanan Demak, namun juga berhasil memimpin Jepara sebagai pusat kekuasaan politik serta aktivitas perdagangan dan pelayaran pada abad XVI. Dalam masa pemerintahannya, perdagangan mengalami perkembangan yang baik. Lagi pula ia memiliki angkatan laut yang cukup kuat untuk mendukung aktivitas pelayaran dan perdagangan seberang laut. Jepara berkembang menjadi bandar perdagangan dan bandar transito yang dikunjungi oleh pedagang dari berbagai bangsa dan suku bangsa. Berkat kekayaannya, ia memiliki armada angkatan laut yang kuat untuk melakukan serangan terhadap Malaka pada tahun 1551 dan 1574. Keberaniannya melawan kekuatan asing telah dikenal di sepanjang Nusantara dari Aceh, Johor, hingga Maluku. Sebagai pemersatu keluarga Kesultanan Demak, Ratu Kalinyamat mempunyai pengaruh yang cukup kuat di wilayah Banten dan Cirebon. Ia juga mampu mempertahankan konsolidasi keluarga kasultanan Demak. Hanya Jepara lah yang mampu mempartahankan eksistensi dan peranan Demak sebagai kerajaan yang bercorak maritim di pantai utara Jawa pada abad XVI.