PERANAN QADHI ABDUSSHAMAD DALAM PENYEBARAN ISLAM PADA MASYARAKAT DAYAK BAKUMPAI DI KABUPATEN BARITO

Pengarang: 

HENDRASWATI, WAJIDI, ZULFA JAMALIE

Penerbit: 

BPNB PONTIANAK 

Tahun Terbit: 

2014

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

KSE - 922 (920-929)

ISSN/ISBN: 

978-602-1228-86-9

Jumlah Halaman: 
156

Masuknya agama Islam di Kalimantan Selatan terjadi lama sebelum berdirinya Kerajaan Islam Banjar, begitu pula di kawasan permukiman masyarakat Dayak Bakumpai. Untuk persebaran agama Islam, tentu tidak terlepas dari jasa, peranan dan perjuangan para ulama dan tokoh-tokoh Islam yang hidup pada masa lalu; salah satunya adalah Qadhi Abdusshamad dan keturunannya yang juga ulama, yang aktif menyebarkan Islam di Tanah Dayak di sepanjang aliran sungai barito. Ia dilahirkan pada hari sabtu malam ahad tanggal 24 Zulkaidah 1237 H bertepatan dengan tanggal 12 Agustus 1822 M di Kampung Bentok (Kampung Tengah) Marabahan. Qadhi Abdusshamad berperan besar terhadap penyebaran Islam di Tanah Dayak yang meliputi daerah sepanjang aliran sungai Barito. Kealiman dan ketinggian ilmu yang dimilikinya tidak hanya tercermin dari kiprah dan perilaku di sepanjang kehidupannya, tetapi juga gelar yang diberikan dan penghormatan penziarah kepadanya baik dalam bentuk haul atau bahaul, berdoa dan berzikir, dan pembacaan riwayat hidup (manaqib) di kompleks makam. Secara akademik, pengakuan tersebut paling tidak boleh dilihat dari sebutan syekh atau datu di depan namanya dan secara birokrasi memandangkan kedudukannya yang terhormat sebagai seorang qadhi yang telah dipercayai oleh masyarakat. Tinggalan Qadhi Abdusshamad dan keturunannya berupa artefak selain makam yang menjadi objek wisata religius yang dikunjungi oleh banyak para penziarah, kitab kuning, bangunan mushalla, dan lain-lain. Yang terpenting adalah telah berkembangnya agama Islam dan menjadi pegangan hidup masyarakat Dayak Bakumpai di sepanjang aliran sungai Barito hingga sekarang ini.