PERANAN NILAI BUDAYA DAERAH DALAM UPAYA MELESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP

Pengarang: 

DRA. ZAITUTI HAFFAR

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1997

Daerah/Wilayah: 
Jambi
Rak: 

3.1(300-31

PERANAN NILAI BUDAYA DAERAH DALAM UPAYA MELESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP
Peranan nilai budaya daerah Jambi dalam upaya pelestarian lingkungan hidup terlihat nyata, terutama dalam kegiatan pendudukmelakukan tugasnya sebagai petani menanam padi di umo payo dan betanam padi di tanah sematang / ladang. Cara mengajarkan sebagian besar masih secara tradisional, masih memakai peralatan tradisional, dengan cara tutulungan, pelarian dan beselang. Namun sudah memakai pupuk disamping pupuk yang dihasilkan lumpur pada waktu banjir musiman sekali setahun juga memakai pupuk buatan. Penduduk setempat menyadari bahwa mereka harus bisa berbuat agar hidup ini lebih punya arti dan berguna serta harus mampu memanfaatkan setiap kesempatan untuk bekerja dengan etos kerja yang tinggi selalu mematuhi pesan-pesan nenek moyang (leluhur) tentang bagaimana cara terbaik menjaga kelestarian lingkungan terutama hutan mereka. Kepedulian penduduk terhadap lingkungan sudah ada sejak dahulu, semenjak kehidupan nenek moyang dahulu, aspek lingkungan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kelangsungan kehidupan manusia yanglanggeng. Penduduk setempat memandang pertanian, sebagai suatu sistem kompleks yang hidup, tempat manusia berintergrasi dengan tanah air, tanaman dan organisme hidup lainnya dalam mengoptimalkan sumber daya alam, bukan mencoba menguasai atau menyalahgunakan lingkungan hidup sekitarnya. Penduduk masih mempertahankan cara mengerjakan umo, ladang dan kebun dengan cara tutulungan, pelarian dan beselang, adalah guna menghormati pesan-pesan nenek moyang, dan juga untuk mendapatkan nilai-nilai yang terkandung dalam upacara dan kebiasaan tersebut. Nilai-nilai tersebut mempunyai dampak positif bagi penduduk mengandung nilai kebersamaan, saling bantu membantu dan menghemat biaya. Demikian juga setelah panen berburu rusa (ngatau), segala musim tanam rusa-rusa di hutan berkembang, untuk menjaga keseimbangan jumlah rusa-rusa tersebut, jangan terlalu banyak, diadakan perburuan. rakyat yang capek selama ini mengurus umo dan tanah sematangnya, kini di beri selingan hiburan, kegembiraan dan makanan selingan yaitu daging rusa. Babi hutan yang boleh diburu setiap saat, karena merupakan hama yang diperlukan di tangani setiap saat karena binatang ini merupakan hama bagi tanaman dan berbiaknya cepat dan banyak anaknya.