PERANAN NILAI BUDAYA DAERAH DALAM GERAKAN DISIPLIN NASIONAL DI KALIMANTAN TENGAH

Pengarang: 

TIMOTEUS NUSAN

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI

Tahun Terbit: 

1999

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

4.3(390-39

PERANAN NILAI BUDAYA DAERAH DALAM GERAKAN DISIPLIN NASIONAL DI KALIMANTAN TENGAH

Masyarakat yang tingla di daerah penelitian yaitu kecamatan Baamang dan kecamatan Kota Besi, kerukunan umat beragama telah terjalin dengan baik. Ketertiban dalam hubungan ketetanggaan juga dapat terjalin dengan rukun, damai dan harmonis. Hal ini diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan dengan saling tolong menolong dan saling bantu membantudalam bentuk kelompok ataupun antar kelompok. Ketertiban dalam upacara keagamaan (ritual) bagi masyarakat yang memeluk agamaHindu Kaharingan sebagai agama Testua maíz tetap dilaksanakan dengan baik, demikian juga dengan pemeluk agama lanilla dapat menjalankan ajaran agamanya dengan rukun. Beberapa faktor penghambat untuk bersifat dan berprilaku disiplin pada masyarakat dipengaruhi oleh :Tingkat pendidikan yang maish rendah dan belum merata, Kurangnya pemahaman sebagian masyarakat tentang isi Gerakan Disiplin Nasional, Latar belakang sosial budaya yang berbeda-beda. Sedangkan faktor pendorong bagi masyarakat untuk bersikap dan berprilaku disiplin adalah : Telah diterimanya pancasila sebagai satu-satunya azas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara; Jiwa kekeluargaan dan semangat kegotongroyongan dan tolong menolong yang telah mengkristal di hati masyarakat sebagai bagian dari warisan nilai-nilai luhur budaza bangsa yang diwariskan dari nenek moyang.