PERANAN MASYARAKAT DESA DI JAWA TENGAH DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN TAHUN 1945-1949 DAERAH KENDAL DAN SALATIGA

Pengarang: 

CHUSNUL HAJATI, MS, SUPRIYO PRIANTO, SUTEJO K. WIDODO, SUTARNO

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI

Tahun Terbit: 

1997

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

SUA - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
179

Perjuangan kemerdekaan di Jawa Tengah sangat dipengaruhi oleh kondisi masyarakat setempat yang bervariasi antara daerah yang satu dengan lainnya. Berbagai kelompok sosial ikut mendukung mekanisme akumulasi dan distribusi bahan logistik. Pengumpulan hasil pertanian dari petani dilakukan lewat saluran kepemimpinan masyarakat desa dengan bantuan para pemuda desa dan pejuang. Demikian pula pengangkutan ke daerah pos pertahanan pasukan Republik Indonesia juga dilakukan secara gotong royong oleh berbagai kelompok masyarakat. Sementara itu, kaum wanita juga memegang peranan penting dalam proses pengolahan bahan pangan. Kondisi sosial masyarakat desa diwarnai dengan perubahan-perubahan sosial politik yang ada kalanya bersifat radikal. Peranan pemimpin formal maupun informal menjadi semakin penting selama masa perjuangan kemerdekaan. Terjadinya krisis politik yang berlangsung lama mendorong lahirnya badan-badan perjuangan. Tekanan emosional telah memberi dorongan terhadap solidaritas sosial, serta membangkitkan semangat rakyat siap untuk menggabungkan diri dengan badan perjuangan. Semangat revolusi mampu membangkitkan harapan-harapan politik sehingga mempertinggi partisipasi masyarakat untuk berjuang.