PERANAN DESA DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN STUDI KASUS KETERLIBATAN BEBERAPA DESA DI DAERAH BANDUNG DAN SEKITARNYA TAHUN 1945-1949

Pengarang: 

ADENG, WIWI KUSWIAH, HERRY WIRYONO, LASMIYATI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA

Tahun Terbit: 

1995

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

SUA - 959. 8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
202

Peristiwa yang paling heroik di kota Bandung setelah proklamasi kemerdekaan, ialah peristiwa “Bandung Lautan Api”. Dalam periode ini terdapat dua cara untuk mempertahankan kemerdekaan, yaitu dengan cara diplomasi atau melalui meja perundingan dan dengan cara pertempuran. Peristiwa ini merupakan perang kemerdekaan, dimana seluruh rakyat kota Bandung bahkan dari luar kotapun ikut terlibat didalamnya untuk menegakkan kemerdekaan. Jaringan masyarakat desa yang terdiri dari pimpinan formal (pemerintahan resmi), informal (Kiai, Haji, Guru Agama, Dukun, Kokolot), dan lembaga kemasyarakatan dikoordinir dalam jaringan administratif untuk memadukan kekuatan rakyat dengan militer, sehingga melahirkan sistem perlawanan yang solid. Dengan demikian, semangat perlawanan itu ada dalam setiap dada bangsa Indonesia, dari barat sampai ke timur, Sabang sampai Merauke, dan dari kota sampai ke pelosok desa yang terpencil sekalipun.