PERANAN CERITA RAKYAT DALAM PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN ANAK

Pengarang: 

AHMAD YUNUS, I MADE PURNA, SRI MINTOSIH, ELIZABETH TIORIA

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 

Tahun Terbit: 

1993

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

PPA - 649.398.2 (640-649)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
93

Ada berbagai cara dalam suatu masyarakat untuk mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya. Salah satu di antaranya adalah melalui dongeng. Dalam dongeng sendiri ada bermacam-macam misi yang ingin disampaikan, seperti dongeng yang mengandung nilai budi pekerti dan etos kerja. Dongeng yang mengandung nilai budi pekerti yaitu : Raja Sabarjaya, Sakadang Peucang, Sakadang Kuya, Rangga Gading, dan Badak Mawing. Nilai budi pekerti yang diungkap adalah kajian ini antara lain : kejujuran, lurus hati, mempunyai kepribadian dan pendirian, tidak mudah terbawa situasidan kondisi sosial, mempunyai nilai suci dan bersih, takwa, tidak takabur, tidak sombong, bijaksana, merakyat, mempunyai rasa malu, taat dan patuh kepada orang tua, guru dan ajaran luhur, serta suka menolong. Dongeng yang mengandung nilai etos kerja adalah : Si Kabayan, Santri Kudisan, Tongkat Nabi Hidir, Dari Sengsara Menjadi Raja, Priatna, dan Si Boncel. Nilai etos kerja yang dimaksud adalah : mempunyai sikap idealisme, sabar, tekun, rajin, dan pasrah kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Lembaga yang dipandang relevan dalam proses sosialisasi dan enkultuasi (pembudayaan) setiap anggota masyarakat adalah keluarga. Terutama dalam keluarga inti sebagai sentral, dan keluarga luas sebagai versi-versi. Dalam keluarga yang baik akan selalu terjadi jalinan keharmonisan di antara anggota keluarga. Kemandirian pengalaman akan berlanjut ke kalangan kerabat yang lebih luas dan juga memasuki lingkungan masyarakat.