PERALATAN HIBURAN DAN KESENIAN TRADISIONAL PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH

Pengarang: 

DRS. ABD. HADJAD

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1993

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

6.2(700-79

PERALATAN HIBURAN DAN KESENIAN TRADISIONAL PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH


Buku ini berisi tentang peralatan hiburan tradisional berupa Geulayang Kleung, Poupok Loumo, Gatok, Geudeu - Geudeu, Serune Kalee, Gendrang, Grempheming, Buloh Meurindu, Rapai, Alee Tunjang, Kecapi, Saman, Tari Lokok PuloEceh, Tari Alas, Lawun, Tari PHO, Seudati, Didong, Haba Dang Derla. Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda dalam abad ke XVII, Aceh saat itu mencapai puncak zaman emasnya, karena semua unsur kebudayaan hidup dengan suburnya. Bekas-bekas peninggalan lama dapat membuktikannya seperti reluf, lukisan ragam rias pakaian, vokal, instrumental, sastra dan drama yang terungkap dalam buku hikayat lama. Jelaslah bahwa musik, tarian dan syair-syair berfungsi untuk menunjang ajaran syariat agama Islam, sehingga kita kenal jenis alat musik tradisional tarian. Peranan atau hiburan lainnya sangat berfungsi dan yang paling dominan di antaranya adalah alat musik rapai.