PENTI WEKI PESO BEO RECA RANGGA WALIN TAHUN KABUPATEN MANGGARAI NUSA TENGGARA TIMUR

Pengarang: 

I WAYAN SUDHARMA, DKK

Penerbit: 

BPNB BALI

Tahun Terbit: 

2013

Daerah/Wilayah: 
Nusa Tenggara Timur
Rak: 

4.3 (390-3

ISSN/ISBN: 

978-602-258-114-7

PENTI WEKI PESO BEO RECA RANGGA WALIN TAHUN DI KABUPATEN MANGGARAI NUSA TENGGARA TIMUR

 

Upacara penti merupakan upacara yang pada prinsipnya bertujuan untuk memohon keselamatan atau syukuran kepada Mori Jari Dedek (Tuhan Pencipta) dan kepada arwah nenek moyang atas semua hasil jerih payah yang telah diperoleh dan dinikmati sebagai tanda celung cekeng wali ntaung (musim yang berganti dan tahun yang beralih). Upacara seperti ini diangkat dari filosofi etnis Manggarai, ”gendang one lingko pe’ang. Mbaru bate’ka eng-uma bate duat. Wae bate teku natas bate labar”. Selain itu, upacara ini juga memiliki kepentingan untuk manusia yang masih hidup. Banyak norma adat yang sudah hilang dapat dihidupkan kembali. Pelaksanaan upacara ini bisa dilakukan dalam 4-7 hari tergantung dengan situasi masing-masing komunitas. Upacara penti terpusat pada barong lodok, barong wae, barong compang, libur kilo dan puncaknya akan diselenggarakan di rumah adat (mbaru gendang). Adapun tahapan upacara penti adalah cako reke, barong lodok, barong wae teku, barong compang/takung compang, libur kilo, renge ela penti, yang terdiri dari urutan upacara renge ela penti adalah kapu, wewa, cepa ceki, rahi, renggas, renge ela penti, toto urat, baro urat/tombo urat di’a,wali/naring urat di’a, helang ela penti. Dalam setiap tahapan upacara penti, proses pengambilan pekerjaannya dilaksanakan secara bersama-sama/bergotong royong sehingga beratnya pekerjaan tidak akan terasa.