PENGUATAN DAN PELEMAHAN PERSATUAN BANGSA : MEDIA DAN TOKOH DI KALIMANTAN SELATAN (1923 - 1959)

Pengarang: 

JUNIAR PURBA, DANA LISTIANA, YUSRI DARMADI

Penerbit: 

MEDIA JAYA ABADI

Tahun Terbit: 

2019

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

KSE - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-623-7526-15-5

Jumlah Halaman: 
87

Dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, P.M. Noor berhasil membagun persatuan dan kesatuan dari misi yang dibangunnya dari semua wilayah di Kalimantan. Dengan demikian, beragam suku dan agama dapat bersaing dalam satu wadah perjuangan yang bernama Pasukan MN 1001. P.M. Noor berhasil membangun kebangsaan pada masa revolusi. Adapun dalam 'Satu Dayak dan Menjadi Indonesia-Dayak: Soeara Pakat terbitan Banjarmasin pada 1940-an' upaya yang dilakukan untuk mewujudkan Persatuan Bangsa, adalah dengan melakukan upaya membangun identitas dan memperkuat diri. Wacana identitas etnik dibangun melalui proses identifikasi diri, mulai dari pendifinisian Dayak; tujuan persatuan; atribut apa saja yang menyertai status bangsa, yaitu bahasa (bahasa persatuan Dayak), wilayah (tanah Dayak), budaya Dayak dan pemimpin Dayak; dan mempertimbangkan-menyelesaikan postifif jika disetujui persatuan bangsa Dayak. Wacana identitas tersebut secara praksis menghasilkan usulan dewn adat serupa Dewa Banjar, pemimpin wilayah administrasi dan usulan pembentukan wilayah khusus berdasarkan etnik Dayak. Begitu pula dalam 'Ibnu Hadjar: Pemikiran dan Kekecewaan dalam Perjuangan' semangat nasionalisme, patriotisme, dan gerakan cinta tanah air, memotivasi semangat untuk berjuang bersama-sama dengan Hasan Basry melalui wadah perjuangan yang disebut ALRI Divisi IV, perjuangan tersebut merupakan dedikasi untuk mengintegrasikan Kalimantan Selatan dan bagian tenggara Kalimantan menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (Azid, 2013 dalam Irwandi, 2019: 22).