PENGRAJIN TRADISIONAL DAERAH SUMATERA BARAT

Pengarang: 

ZAIFUL ANWAR, H.S.M DELLY, WAHYUNINGSIH

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1991

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

PRT - 745.5 (740-749)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
160

Bahan yang dipergunakan dan diperlukan dalam usaha kerajinan tradisional umumnya berasal dari daerah sekitar tempat tinggal atau lingkungan sekitarnya. Dalam proses kegiatan dan pembuatan, para pengrajin tradisional masih dengan cara lama yang diajarkan oleh nenek moyang mereka. Keterampilan yang mereka miliki tidak melalui pendidikan formal, melainkan diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Untuk mengajarkan keterampilan tersebut kepada keturunannya, mereka mengajak dan membiasakan anak-anaknya agar melihat dan memperhatikan serta membantu pekerjaan orang tuanya, sehingga menjadi terbiasa dan mahir dengan sendirinya. Peralatan yang digunakan masih sederhana dan merupakan warisan turun-temurun. Bila dilihat dari jenisnya, peralatan tersebut sebagian besar merupakan peralatan keperluan hidup sehari-hari. Tenaga kerja pada kerajinan tradisional umumnya terdiri dari keluarga sendiri atau kerabat dekat. Dalam pengerahan tenaga, suatu saat pria berperan dalam seluruh kegiatan misalnya pada kerajinan ukiran, kulit dan logam. Pada kerajinan lain seperti tenunan, sulaman dan anyaman serta gerabah wanita berperan sebagai tenaga pelaksanaan yang utama. Hasil produksi yang dihasilkan pengrajin tradisional umumnya berupa peralatan, baik sebagai kebutuhan utama maupun pelengkap rumah tangga. Dalam rangka memelihara dan melestarikan kebudayaan daerah sebagai sumber kebudayaan nasional, maka kerajinan tenun sulaman, logam, perak dan anyaman mempunyai potensi yang cukup besar untuk berkembang kerajinan tradisional.