PENGKAJIAN NILAI NILAI LUHUR BUDAYA SPIRITUAL BANGSA DAERAH JAWA TIMUR II

Pengarang: 

DRS. SUHARYANTO

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1991/1992

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

1.5 (200 -

Nilai-nilai luhur budaya spiritual bangsa yang terkandung di dalam ajaran atau tuntunan Organisasi Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Propinsi Jawa Timur, keseluruhan gambaran diperoleh dari hasil pengkajian dan pendekatan dengan beberapa organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Unsur-unsur budaya spiritual bangsa yang menjadi obyek pembahasan pengkajian ini pada umumnya masih berkisar pada kegiatan-kegiatan spiritual yang dilakukan oleh para warga organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pengkajian isi ajaran atau tuntunan Nya, yang diadakan disebagian daerah Propinsi Jawa Timur, ditemukan adanya persamaan yang ada pada setiap organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah sebagai berikut : 1. Tuntunan nilai-nilai luhur budaya bangsa adalah tingkah laku lahir-batin yang dihayati dan diamalkan dengan rasa iklas dan sadar, dan berasal dari tuntunan dan pancaran gaib yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. 2. Tuntunan tentang asal usul ialah asal mulanya alam semesta termasuk manusia, yang berdasar percaya dan mendekat, takwa berasal dari Sang Pencipta dan kemudian atas kehendak Nya akan kembali kepada-Nya. 3. Tuntunan kebathinan yang dalam pelaksanaan penghayatan dengan tujuan manusia berusaha Nyawiji atau Manunggal merupakan keyakinan peibadi yang paling hakiki dalam wawasan Ketuhanan Yang Maha Esa. 4. Ajaran-ajaran atau tuntunan untukmemperoleh kebenaran perlu dihayati dengan jalan mesu rogo, mengendalikan hawa nafsu, kebersihan bathin, untuk mempertajam rasa batin sehingga mendapat petunjuk Tuhan Yang Maha Esa, tentang tuntunan rokhani dan tuntunan kejiwaan. 5. Ajaran budi luhur, pekerti luhur, adalah penghayatan untuk mencapai hati nurani yang luhur dan bersih, sebagai imbangan atau manifestasi budaya spiritual Ketuhanan Yang Maha Esa. 6. Budi luhur yang berdasar pada tuntunan atau ajaran Tuhan Yang Maha Esa diamalkan kepada semua ciptaan Nya dengan dasar cinta kasih. 7. Tuntunan kesempurnaan hidup adalah penghayatan untuk mencari keseimbangan lahir bathin, jasmani dan rokhani dalam manusia hidup sebagai makhluk Tuhan. 8. Tuntunan kesempurnaan hidup akan dihayati oleh warga penghayat sehingga dalam hati nuraninya tertanam rasa bahwa sesudah hidup nanti akan kembali kepada Tuhan Yang Maha Pencipta.