PENGETAHUAN TRADISIONAL MASYARAKAT DAYAK MAANYAN SEBAGAI TANGGAPAN AKTIF TERHADAP LINGKUNGAN

Pengarang: 

POLTAK JOHANSEN, WILIS MARYANTO, NENI PUJI NUR RAHMAWATI

Penerbit: 

BPSNT PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2007

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

MKE - 306.4 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
79

Sebagai masyarakat petani peladang, hutan dan tanah bagi masyarakat Dayak Maanyan tentunya memiliki arti yang sangat penting dalam kehidupannya. Selain dijadikan untuk letak tempat tinggal tent tanah juga akan mereka olah untuk dijadikan lokasi perladangan untuk kebutuhan hidup. Untuk mengolah dan memanfaatkan lingkungan sekitar masyarakat Dayak Maanyan yang hidup di sekitar hutan memiliki pengetahuan tradisional sebagai tanggapan masyarakat dalam menyikapi lingkungannya. Sistem pengetahuan yang dimiliki pada dasarnya merupakan akumulasi dari pengetahuan yang diperoleh dari para leluhurnya dan dari pengalaman-pengalamannya, baik kelompok yang kemudian dipranatakan menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat setempat. Pengetahuan terhadap lingkungan alam yang dimiliki diperoleh secara turun temurun dan dijadikan sebagai aturan dan norma dalam mengolah lingkungan demi menjaga hubungan mereka dengan alamnya. Pengetahuan yang mereka miliki juga digunakan dalam mengamati akan tanda-tanda alam serta gejala alam yang berpengaruh dalam sistem perladangan mereka yang diperoleh dari pengalaman dan warisan para leluhurnya dan juga tetap dipertahankan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sistem perladangan yang mereka lakukan dituntut penguasaan pengetahuan tradisional tentang tanda-tanda alam maupun perputaran bulan dan bintang. Dalam mengolah alamnya, masyarakat sangat tergantung pada tanda-tanda alam dan gejala alam. Sistem pengetahuan yang mereka miliki pada dasarnya berasal dari pengalaman leluhur mereka sehari-hari dan disosialisasikan dari generasi ke generasi.