PENGETAHUAN, KEYAKINAN, SIKAP DAN PERILAKU GENERASI MUDA BERKENAAN DENGAN PERKAWINAN TRADISIONAL

Pengarang: 

DRS. M. IMRAN NUH

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1998/1999

Daerah/Wilayah: 
Riau
Rak: 

3.2(300-31

PENGETAHUAN, KEYAKINAN, SIKAP DAN PERILAKU GENERASI MUDA BERKENAAN DENGAN PERKAWINAN TRADISIONAL
Kotamadya Pekanbaru termasuk kota yang termuda dalam perkembangan baik di bidang pembangunan fisik, perekonomian, sosial dan budayanya. Oleh karena kota ini merupakan daerah lalulintas transportasi antar propinsi-propinsi yang ada di Sumatera. Adat perkawinan tradisional orang Melayu sebagai penduduk pribumi sedikit banyak dipengaruhi oleh adat budaya luar dan dalam negeri, sehingga terdapat perubahan-perubahan dalam adat Melayu. Perubahan adat ini juga sangat dipengaruhi oleh akibat dari perkawinan antar suku. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam penyelenggaraan upacara adat Melayu juga di pengaruhi oleh beberapa faktor-faktor pendukungnya. Adat-adat perlengkapan yang digunakan dalam adat perkawinan tradisional Melayu sudah sangat langka diperoleh karena di zaman ini alat-alat tersebut tidak di produksi lagi. Faktor lain yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam perkawinan adat Melayu juga menyangkut masalah waktu dan ekonomi. Upacara perkawinan adat pada umumnya sangat menyita waktu karena upacara itu sendiri dilaksanakan tahap-bertahap dan memerlukan biaya yang besar. Pada dasarnya generasi muda sekarang ini masih mencintai dan menghargai budaya daerah ini. Hal ini terlihat dari besarnya animo mereka terhadap kebudayaan daerah khususnya upacara perkawinan adat Melayu yang diwujudkan dengan selalu aktif mengikuti perkembangan upacara perkawinan itu sendiri, dengan cara menghadiri, bahkan turut aktif terlibat dalam penyelenggaraan upacara perkawinan tradisional adat Melayu. Namun upacara adat itu sendiri sudah banyak mengalami perubahan-perubahan yang diakibatkan oleh keberadaan masyarakat Kotamadya Pekanbaru yang terdiri dari berbagai suku bangsa dengan adat yang berbeda dan sangat hetrogen. Bahkan adat perkawinan tradisional suku Melayu itu sendiri secara keseluruhan terdapat perbedaan-perbedaan kecil. Di Kotamadya Pekanbaru itu sendiri upacara perkawinan adat Melayu yang terbanyak atau sering dilakukan orang adalah adat perkawinan Siak dan Kepulauan Riau. Namun perbedaan yang nampak adalah terutama di dalam segi pakaian pengantin dan jenis-jenis makanan dalam upacara perkawinan serta peralatan yang digunakan.