PENGENDALIAN SOSIAL TRADISIONAL DI DAERAH JAWA BARAT

Pengarang: 

DRS. A. SUHANDI SHM

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1991

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

2.2(300-31

PENGENDALIAN SOSIAL TRADISIONAL DI DAERAH JAWA BARAT

Sistem pengendalian sosial yang berlaku pada masyarakat Desa Karangpaningal baik dari ciri-ciri maupun dari bentuknya atau wujudnya tergolong ke dalam sistem pengendalian sosial tradisional. Norma-norma adat, kebiasaan, dan agama memiliki intensitas dan kekuatan yang sama sebagai pedoman pengendalian sosial masyrakat Desa Karangpaningal dalam melangsungkan kehidupan secara keseluruhan. Walaupun ada norma-norma hukum melalui jalur lembaga pemerintahan desa, namun belum tampak peranannya dalam sistem pengendalian masyarakat, disebabkan oleh beberapa hal. Sebaliknya norma-norma agama Islam menunjukkan kemampuan yang besar sebagai pedoman pengendalian, sehingga mampu meresapi dan mewarnai berbagai tingkah laku sosial yang mempunyai makna tersendiri dalam sistem pengendalian sosial masyarakat. Norma-norma agama Islam dalam masyarakat Desa Karangpaningal telah menjadi pedoman yang dominan dalam pengendalian sosial, bukan saja oleh lembaga-lembaga keagamaan, melainkan juga oleh lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya seperti lembaga keluarga, lembaga pendidikan,bahkan tidak sedikit pengaruhnya terhadap lembaga adat-istiadat dan kebiasaan. Demikian juga di dalam masyarakat Dusun Kuta yang merupakan masyarakat adat di wilayah Desa Karangpaningal, norma-norma agama Islam telah mewarnai berbagai tingkah laku sosial dan dijadikan pedoman dalam sistem pengendalian sosial masyarakat yang bersangkutan di samping norma-norma adat. Atas dasar hal-hal tersebut di atas, maka dalam kehidupan masyarakat Dusun Kuta norma-norma adat merupakan pedoman dalam sistem pengendalian sosial, di samping norma-norma agama Islam.