PENELUSURAN PENYALINAN NASKAH-NASKAH RIAU ABAD XIX (SEBUAH KAJIAN KODIKOLOGI)

Pengarang: 

MU JIZAH DAN MARIA INDRA RUKMI

Penerbit: 

FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS INDONESIA

Tahun Terbit: 

1998

Daerah/Wilayah: 
Riau
Rak: 

1.6(000-09

ISSN/ISBN: 

979-8184-38-6

PENELUSURAN PENYALINAN NASKAH-NASKAH RIAU ABAD XIX (SEBUAH KAJIAN KODIKOLOGI)

Pada abad ke-19 Riau, khususnya Tanjungpinang dan Pulau Penyengat sudah mempunyai tradisi penyalinan naskah melayu. Kegiatan penyalinan itu ada yang diprakarsai oleh Pemerintah Kolonial Belanda, pihak kerajaan dan masyarakat awam yang tujuannya berbeda-beda. Berasarkan penelitian naskah di Riau ada penyalin, pengarang, pengumpul, dan pemilik naskah. Empat nama penyalin yang ditemukan di Riau ialah Encik Said, Encik Ismail bin Karkun, Haji Ibrahim dan Encik Husin. Yang menarik dari penaskahan Riau ternyata ada pula istilah pengumpul naskah. Kami membedakan istilah pengumpul ini dari pengarang karena kolofon menyebutnya dengan istilah terkumpul. Dilihat dari isinya, keragaman naskah yang ada di Riau meliputi sepuluh macam, yaitu keagamaan (Islam), pelipur lara, sejarah, silsilah, obat-obatan, doa, kepahlawanan, nasihat, undang-undang, dan pengetahuan bahasa.