PENDATAAN PENINGGALAN SEJARAH KERATON TAYAN KABUPATEN SANGGAU

Pengarang: 

DRA. LISYAWATI NURCAHYANI

Penerbit: 

BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PTK

Tahun Terbit: 

1998/1999

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

L2.2(KRJN)

PENDATAAN PENINGGALAN SEJARAH KERATON TAYAN KABUPATEN SANGGAU

Kerajaan Tayan dahulunya termasuk dalam wilayah Kerajaan Sukadana, sebelum kerajaan-kerajaan itu terbagi menjadi kerajaan-kerajaan yang lebih kecil. Sebagian besar penduduk Tayan adalah suku Dayak, namun keberadaan suku Dayak lambat laun tergeser oleh suku Melayu maupun suku pendatang. Pusat pemerintahan, menurut beberapa narasumber, ibukota Tayan mengalami perpindahan sebanyak 4 kali yaitu pertama di Desa Tanjung kemudian ke Rayang kemudian ke Teluk Kamilun Kecamatan Tayan Hilir dan yang terakhir di pindahkan ke Desa Pedalaman. Di Rayang terdapat bekas-bekas peninggalan sejarah berupa : makam raja, benteng kerajaan, meriam dan lokasi kerajaan yang sudah hancur. Kehidupan sosial budaya masyarakat Tayan masih dapat dikatakan tradisional di daerah pedalaman, bahkan masyarakat Dayak masih ada yang menggunakan pakaian tradisional mereka, sedangkan adat istiadat yang berkenaan dengan upacara-upacara ritual masih sering dilakukantetapi tradisi seperti mengayausudah tidak pernah dilakukan lagi.