PENATAAN MANDAR MASA KOLONIAL BELANDA 1905-1942

Pengarang: 

MUHAMMAD AMIR

Penerbit: 

BPNB MAKASSAR

Tahun Terbit: 

2016

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Barat
Rak: 

SKO - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-602-6350-00-8

Jumlah Halaman: 
190

Pemerintahan Sulawesi dan Daerah Bawahannya sebelum Ekspedisi Militer Sulawesi Selatan 1905 adalah wilayah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda yang secara de jure meliputi wilayah Propinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat sekarang. Latar kesejarahan yang mendasari penyebutan dalam penataan pemerintahan kolonial Belanda di daerah Mandar. Peristiwa itu terjadi setelah kerajaan-kerajaan di kawasan Mandar dipaksa menandatangani pernyataan pendek (korte verklaring)  dengan menyebut wilayah persekutuan Pitu Ulunna Salu sebagai negeri-negeri pedalaman Balanipa (bovenlanden van Balanipa) serta Polewali dan Kerajaan Binuang sebagai negeri pesisir dari Balanipa (beneden landen van Balanipa). Dalam penamaan wilayah di kawasan itu, tampaknya pemerintah kolonial Belanda mengalami kesulitan untuk menyebut berdasarkan nama daerah. Oleh karena pembentukan wilayah itu terdiri atas beberapa kerajaan yang bergabung menjadi satu federasi ataupun berbentuk konfederasi. Dengan alasan itu penanaman wilayah pusat pemerintahan dijadikan patokan di daerah itu. Sebagai contoh wilayah Pitu Ulunna Salu yang berpusat di Mamasa (wilayah Tabulahan) menjadi nama wilayah Pitu Ulunna Salu. Sementara Balanipa dan Binuang yang berpusat di Polewali disebut dengan Polewali.