PEMIKIRAN TIONGHOA MUDA COKIN ? SO WHAT GITU LOH !

Pengarang: 

TIM PENULIS

Penerbit: 

KOMUNITAS BAMBU

Tahun Terbit: 

2008

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

KGM - 303.3 (300-309)

ISSN/ISBN: 

979-3731-21-4

Jumlah Halaman: 
462

Siapa pun itu generasi muda Tinghoa, entah brondong, brownies, cu-pu, ci-ca, pacinko dan sales paham betul kalau mereka pun terikat dan punya rasa memiliki negeri ini: Indonesia.  Buku ini adalah suara-suara mereka itu.  Suara-suara itu dari relung jiwa, kristal-kristal pemikiran para Tionghoa muda yang tersebar dan berserakan di berbagai media massa. Mereka menyikapi aneka problema bangsanya. Mulai problema klasik yang menyangkut keberadaan mereka sendiri diskriminasi, rasisme, identitas, keterwakilan politik, khonghucu, imlek sampai dengan persoalan besar bangsa, yaitu korupsi, militerisme, perburuhan, hukum, media, politisi busuk, pemilu, pilkada, kebudayaan nasional, dan lain-lain. Dari aneka didalam buku ini nampaklah bahwa justru jalan yang mereka tempuh itulah yang dapat disebut sebagai “Protokol Keselamatan” baru bagi orang-orang Tionghoa. Pemikiran dan tindakan generasi muda Tionghoa sebagai anak bangsa dan pergulatan mereka dengan aneka persoalan bangsanya tercermin dalam buku ini. Adapun beberapa tulisan yang terdapat didalam buku ini, diantaranya Keterbukaan Dharma dan Pembangunan Manusia (Frans Wibawa); Minoritas Cina Berhentilah Meratap (Ivan Wibowo); Pembaharuan Hukum Catatan Sipil dan Penghapusan Diskriminasi di Indonesia (Wahyu Effendi); Wacana Sipil Militer di Pemilu Putaran Kedua (Robertus Robert); Kebudayaan Multikulturalisme dan Agenda Kemanusiaan (Ulung Rusman), dan sebagainya.