PEMBINAAN BUDAYA DALAM LINGKUNGAN KELUARGA DI JAWA BARAT

Pengarang: 

DJUARIAH M. UTJA

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1993/1994

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

3.2(300-31

PEMBINAAN BUDAYA DALAM LINGKUNGAN KELUARGA DI JAWA BARAT

Dalam membina budaya di lingkungan keluarga, orang tua (ayah dan ibu) mempunyai tugas masing-masing sesuai dengan dalam fungsinya. Orang tua, akan lebih dekat dengan anak-anaknya, terutama ketika mereka masih berusia di bawah 10 tahun. Ibu bertindak sebagai pengisi kekosongan yang ditinggalkan ayah bagi semua anak-anaknya, terutama anak perempuan. Anak perempuan dididik agar menjadi istri dan ibu yang baik kelak. Usaha masyarakat untuk meningkatkan ketaqwaan warganya adalah dengan cara mengadakan pengajian bersama. Ketaqwaan anak-anak kepada Tuhan Yang Maha Esa sangat perlu dalam keadaan sekarang ini, mengingat makin majunya teknologi dan alat komunikasi. mengenai bahasa yang dipakai di lingkungan keluarga, pada umumnya bervariasi. Sebagian besar menggunakan bahasa Sunda. Hormat kepada orang tua antara lain dimanifestasikan dengan cara menaati apa yang dikatakan oleh orang tua. Orang Sumedang yakin bahwa tidak semua tradisi dapat dihilangkan begitu saja, seperti halnya beberapa tradisi yang dimiliki mereka. Ada beberapa jenis kesenian Sunda yang tidak kelihatan lagi aslinya, karena dibalut oleh perkembangan yang datangnya dari luar. Tetapi masih ada juga kesenian Sunda yang masih bertahan.