PEMBERONTAKAN PETANI BANTEN 1888

Pengarang: 

SARTONO KARTODIRDJO

Penerbit: 

KOMUNITAS MAMBU

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

SSO - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-9402-40-7

Jumlah Halaman: 
422

Buku yang berjudul Pemberontakan petani Banten 1888 adalah membahas aspek-aspek tertentu dari gerakan sosial  yang melibatkan sejumlah lapisan luas rakyat biasa di Indonesia. Studi ini membahas mengenai pemberontakan para petani di Banten yang melakukan perlawanan terhadap pemerintahan Kolonial Belanda. Dalam perlawanan ini, petani Banten dipimpin oleh para Ulama dan para Tubagus, bangsawan di Banten. Sebelum terjadi pemberontakan pada 1888, sebelumnya juga telah terjadi pemberontakan-pemberontakan sipil. Di buku ini dinyatakan bahwa pemberontakan-pemberontakan tersebut memiliki kesinambangungan satu dengan yang lain. Serta menceritakan bahwa pemberontakan disebabkan oleh kemiskinan di daerah ini. Selain karena sebagian besar daerahnya gersang, penerapan pajak yang diterapkan oleh pemerintah Belanda semakin menambah beban para petani. Di sisi lain, kemiskinan itu disebabkan karena letusan gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883. Letusan tersebut menghancurkan sebagian wilayah Banten. Tiga tahun kemudian terjadilah pemberontakan tersebut di tengah kemiskinan akut yang dialami orang Banten.