PEMBERONTAKAN NUKU PERSEKUTUAN LINTAS BUDAYA DI MALUKU-PAPUA SEKITAR 1780-1810

Pengarang: 

MURIDAN WIDJOJO

Penerbit: 

KOMUNITAS BAMBU

Tahun Terbit: 

2013

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

SSO - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-9402-31-5

Jumlah Halaman: 
386

Buku yang semula disertasi di Universitas Leiden ini adalah sejarah perlawanan Pangeran Nuku dari Tidore. Adalah menarik selain tidak pernah berhenti memusuhi Belanda, Nuku juga bertempur melawan Sultan Tidore yang di lindungi Kompeni serta para pesaingnya yaitu Sultan Ternate dan Sultan Bacan. Nuku unggul sebab strategi dan kepemimpinannya berhasil membangun  komunikasi lintas budaya dengan kelompok pengikutnya yang multietnis dan menjalin persekutuan melewati batas-batas Kerajaan Tidore. Gerakan aliansi kekuatan Nuku jauh menjangkau Maluku dan Papua, bahkan ia mengaitkan perlawanannya dengan dunia global. Nuku memperjuangkan kemerdekaan Tidore secara politik dari Belanda dengan memanfaatkan Inggris. Persekutuan luas itulah yang membantu Nuku sebagai pemberontak berhasil kembali ke tanah kelahirannya dan menjadi sultan tanpa perlawanan yang berarti, serta membangun keunggulan kesultanannya di atas kesultanan-kesultanan lain di Maluku. Untuk menyelesaikan masalah-masalah, Nuku menjalankan sistem temu public dalam Istana Raja di Waru siang maupun malam. Nuku tidak memelihara selir dan setia pada satu isterinya yang juga sohor cerdas serta sangat membantunya meminpin. Ancaman dan penghianatan yang terus mengikutinya dihadapi dengan tegas. Nuku dalam buku ini muncul sebagai sebuah kisah yang segar dan menantang ihwal pemberontakan terhadap kolonialisme Belanda.