PEMANFAATAN PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK

Pengarang: 

SUJARNO; SINDU GALBA; TH. ANI LARASATI; ISYANTI

Penerbit: 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN  BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2013

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

PRA - 796. 1 (790 - 799)

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-46-4

Jumlah Halaman: 
184

 

Di Kabupaten Semarang, sebagian masyarakat masih cukup mengenal permainan anak tradisional. Hal itu terbukti dari hasil penelusuran di wilayah tersebut masih dapat ditemukan 20 jenis permainan tradisional anak. Permainan anak lebih menekankan pada kelompok. Artinya permainan tersebut melibatkan lebih banyak orang dan pelaku permainan pada umumnya lebih dari satu orang. Oleh karena permainan tradisional anak pada umumnya melibatkan banyak orang, tentu sangat baik untuk belajar membangun kebersamaan. Dari permainan itu anak dapat belajar bersosialisasi, memahami orang lain, bermusyawarah, dan nilai budaya yang lain, yang dapat berguna dalam kehidupan bermasyarakat kelak setelah menjadi orang dewasa. Sebagaimana diketahui bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional anak sangat positif bagi perkembangan fisik maupun jiwa anak. Permainan tradisional anak perlu diupayakan agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat, sehingga menarik minat bagi generasi muda atau anak untuk melakukannya. Seandainya permainan tradisional anak itu dapat dilestarikan, yaitu dipertahankan, dikembangkan dan dimanfaatkan, sehingga menarik minat anak-anak untuk selalu melakukannya, maka secara perlahan-lahan nilai yang terkandung didalamnya akan meresap pada jiwa si anak. Dengan melakukan permainan anak secara rutin, tanpa disadari akan membentuk karakter si pelakunya. Dengan kata lain, permainan anak tradisional dapat digunakan sebagai dasar pembentukan karakter anak. Pembentukan karakter bagi anak bisa dianalogikan dengan tanaman atau pohon yang sedang tumbuh atau masih muda. Dengan demikian, pembentukan karakter bisa dimulai sejak dini atau usia anak-anak. Pembentukan karakter anak melalui permainan tradisional perlu diupayakan terus menerus dalam berbagai wilayah, dengan harapan nantinya dapat terbentuk karakter yang lebih luas yaitu karakter bangsa Indonesia.