PELESTARIAN KESENIAN RENGGANIS : STUDI KASUS GRUP LANGEN SEDYA UTAMA DI DUSUN KRAJAN, DESA CLURING, KECAMATAN CLURING KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR

Pengarang: 

WAHJUDI PANTJA SUNJATA, SUKARI

Penerbit: 

BPNB YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

RKE - 791.5 (790-799)

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-76-1

Jumlah Halaman: 
108

Seni pertunjukan Rengganis oleh masyarakat Banyuwangi dikenal dengan nama Praburara, bahkan ada juga yang menyebutnya Umarmaya. Seni pertunjukan ini dalam tampilannya merupakan bentuk akulturasi, asismilasi dan kolaborasi yang anggotanya terdiri dari gabungan beberapa jenis seniman seperti wayang orang, kethoprak, ludruk, janger/damarwulan, ande-ande lumut, gandrung dan lainnya. Dalam perkembangannya, sekitar tahun 1933 muncul gagasan untuk membuat suatu organisasi seni di Desa Cluring dengan nama Langen Sedya Utama. Dalam pertunjukannya khusus menampilkan cerita atau lakon bersumber dari cerita Serat Menak, yang penampilannya mirip dengan wayang orang. Tampilan ini dapat dilihat waktu pertunjukan dari gerak, struktur dramatik, penokohan, iringan, rias busana, vokal dan dialog. Bahasa yang digunakan bahasa Jawa krama inggil, krama madya, ngoko, bahasa Using (Banyuwangen). Struktur dramatiknya struktur wayang dengan seorang dhalang, gaya aktingnya menganut wayang orang dan kethoprak. Kondisi seni pertunjukan Rengganis Grup Langen Sedya Utama mengalami keemasan sekitar tahun 1980-an. Pada tahun 2000-an sudah mulai menurun dan jarang mendapat tanggapan tampil atau pentas. Kemudian kondisi akhir-akhir ini lebih jarang tampil, dalam satu tahunnya hanya bisa 2-3 kali pentas. Ada beberapa faktor yang menyebabkan menurunnya kesenian ini diantaranya pengaruh kesenian lain seperti janger, pengaruh kondisi ekonomi masyarakat. Meskipun adanya hambatan tersebut, seni pertunjukan ini tidak hanya sekedar diciptakan dan dinikmati tetapi perlu dilindungi dan dilestarikan. Upaya pelestarian ini tentu saja perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik itu dari masyarakat penikmat kesenian rengganis maupun pemerintah.