PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH KABUPATEN KAMPAR

Pengarang: 

NURAINI, DWI SOBUWATI

Penerbit: 

BKSNT TANJUNGPINANG

Tahun Terbit: 

2006

Daerah/Wilayah: 
Riau
Rak: 

SPO - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-979-1281-02-7

Jumlah Halaman: 
88

Kampar dalam periode 500-1400 Masehi, dikenal sebagai daerah penghasil ladang terpenting di dunia, sehingga tidak sedikit bangsa asing ingin merebut daerah ini. Untuk menjalani pemerintahan di Kerajaan Kampar, dilakukan oleh para pembesar kerajaan, dan sampailah pada masa pemerintahan Mangkubumi Tun Megat, Kampar kembali menjadi daerah yang makmur. Kemudian dengan semakin meningkatnya kemakmuran di daerah ini, maka pada tahun 1949 Kampar dibentuk menjadi sebuah kabupaten. Sementara, ibukota Kabupaten Kampar masih berada di Pekanbaru. Melihat masa depan Kampar tidak terbina di Pekanbaru, maka pada tahun 1967 dikeluarkan Undang-Undang Nomor 12 tentang pemindahan ibukota Kabupaten Kampar, yang semulanya berada di Pekanbaru dipindahkan ke Bangkinang. Sejak ibukota Kabupaten Kampar dipindahkan ke Bangkinang, sudah menampakkan kemajuan dalam bidang pemerintahan, pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya. Memasuki tahun 1994, Kabupaten Kampar sudah terasa sesak. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan wilayahnya. Pada tahun 1999 dikeluarkan Undang-Undang RI No.53 tentang pemekaran wilayah Kabupaten Kampar.