PATANJALA VOL. 9 NO. 3 SEPTEMBER 2017

Pengarang: 

TIM PENULIS

Penerbit: 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA JAWA BARAT

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

JTB - 051 (050 - 059)

ISSN/ISBN: 

2085-9937

Jumlah Halaman: 
131

Sejumlah artikel pada Jurnal Patanjala Vol. 9 No. 3 mencuatkan kecendrungan makin berkembangnya kajian budaya sebagai bidang interdisipliner yang mengambil berbagai cara pandang dari ilmu lain untuk meneliti relasi budaya dan kuasa. Tulisan budaya mengenai tradisi lisan dalam hubungannya dengan kuasa raja, peran perempuan dalam ritual adat, foklor dan dominasi patriarki, dan gerakan perempuan serta persoalan lingkungan menjadi tema yang menarik. Sementara untuk kesejarahan, artikel yang ada mengungkap peran elit dalam pembangunan kota dan gerakan sosial. Satu artikel dengan tema filologis, membahas tentang pemikiran elit dalam hubungannya dengan spirit keagamaan. Adapun 8 artikel dalam jurnal ini adalah:
1. Heksa Biopsi Puji Hastuti mengulas Kalimat Penobatan Raja dalam logika semiotik orang Moronene di Pulau Kabaena.
2. Aam Amaliah Rahmat, Nina H. Lubis, Widyonugrahanto menulis Peranan Bupati R.A.A. Wiratanuningrat dalam pembangunan Kabupaten Tasikmalaya
   1908-1937.
3. Ani Rostiyati menganalisis peran perempuan pada upacara tradisional rahengan di Desa Citatah, Kabupaten Bandung Barat.
4. Eva Nur Arovah, Nina H. Lubis, Reiza D. Dienaputra, Widyonugrahanto menulis Wewekas dan Ipat-Ipat Sunan Gunung Jati Beserta Kesesuaiannya
    dengan Al-Qur'an.
5. Ali Gufron meneliti tradisi lisan hahiwang pada perempuan di pesisir Lampung, khususnya masyarakat 16 marga di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
6. Nurmaria membahas gerakan sosial politik masyarakat Blambangan yang dpimpin Wong Agung Wilis terhadap Kompeni di Blambangan tahun
    1767-1768.
7. Setia Nugraha dan Nina H. Lubis membahas perkembangan kota Sukabumi dari distrik menjadi gemeente (1815-1914).
8. Aquarini Priyatna, Mega Subekti, Indriyani Rachman melakukan ekspalanasi terhadap aktivisme gerakan perempuan di bandung yang concern
    terhadap persoalan lingkungan.