PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH :  ABAD KE-13 SAMPAI AWAL ABAD KE-16

Pengarang: 

MUHAMMAD GADE ISMAIL

Penerbit: 

PROYEK INVENTARISASI DAN DOKUMENTASI SEJARAH NASIONAL

Tahun Terbit: 

1993

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

SEK - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
135

Kerajaan Pasai muncul pada akhir abad ke-13, ketika hegemoni Sriwijaya menjadi hancur. Perkembangan pusat-pusat politik di kawasan Selat Malaka berkaitan erat dengan faktor-faktor internal dan eksternal. Kondisi alam dan letak geografis memberikan andil besar dalam menentukan perkembangan pusat politik itu. Di samping itu, faktor eksternal berupa kegiatan perdangan berskala internasional dan keadaan pusat politik yang ada di sekitar kawasan Selat Malaka juga menentukan perkembangan sesuatu pusat politik. Dilihat dari faktor internal, Pasai memiliki potensi dasar bagi perkembangannya sebagai bandar perdagangan, pusat politik dan pusat dakwah Islam di kawasan Asia Tenggara. Dominasi kerajaan Sriwijaya atas kawasan Selat Malaka mengalami keruntuhan pada akhir abad ke-13. Hal ini memberi peluang yang besar bagi Pasai untuk mengembangkan diri. Munculnya pusat politik dan perdagangan baru yaitu Malaka pada abad ke-15, adalah faktor yang menyebabkan Pasai mengalami kemunduran. Hancur dan hilangnya peranan Pasai dalam jaringan antarbangsa, ialah ketika suatu pusat kekuasaan baru muncul d ujung barat Sumatera yakni Kerajaan Aceh Darussalam pada awal abad ke-16. Pasai ditaklukkan dan dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan kerajaan Aceh Darussalam oleh Sultan Ali Mughayat Syah. Selama masa kejayaannya, Kerajaan Pasai selain berfungsi sebagai bandar perdagangan, juga menjadi pusat dakwah Islam. Kedudukan Pasai dalam suatu kesatuan di kawasan Selat Malaka menyebabkan pengaruh yang melanda kesatuan Selat Malaka juga berpengaruh terhadap bagian Kerajaan Pasai. Dari perjalanan sejarah Pasai, memang menunjukkan bahwa muncul, berkembang, dan runtuhnya kekuatan Pasai amat berkaitan dengan perkembangan yang terjadi di luar Pasai, tetap dalam kesatuan zona kawasan Selat Malaka.