PAPEDA KULINER MASYARAKAT PAPUA

Pengarang: 

ENOS H. RUMANSARA DAN ENRICO Y. KONDOLOGIT

Penerbit: 

BPNB JAYAPURA-PAPUA

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Papua
Rak: 

MAK - 664.02 (660-669)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-059-2

Jumlah Halaman: 
122

Papeda adalah salah satu makanan khas masyarakat Papua yang dihasilkan dari tepung sagu. Sagu adalah makanan pokok masyarakat Papua yang menempati wilayah sungai, berawa, pesisir pantai dan danau. Umumnya dalam budaya orang Papua, tepung sagu yang dihasilkan dari pohon sagu dapat digunakan untuk membuat aneka macam jenis makanan dengan cara masak yang berbeda-beda. Khusus untuk orang Sentani di Jayapura dan Suku Moi di Sorong, cara membuat Papeda dan penyajiannya sama, hanya peralatan untuk membuatnya yang berbeda. Orang Sentani sebelum amsuknya peralatan modern untuk membuat papeda mereka menggunakan loyang atau wadah yang terbuat dari tanah liat yang disebut helay. Selain itu mereka juga menggunakan garpu yang terbuat dari kayu yang disebut hiloi. Namun pada saat ini sudah menggunakan loyang yang terbuat dari plastik. Papeda sebagai salah satu hasil olahan sagu tidak hanya sebagai bahan makanan untuk kebutuhan biologis saja dalam kehidupan orang Papua, akan tetapi memiliki nilai sosial, budaya dan ekonomi yang sangat kuat sehingga masih tetap dipertahankan sampai saat ini. Demi pembangunan banyak lahan yang ditumbuhi pohon sagu habis dibabat tanpa memikirkan pohon sagu termasuk jenis tumbuhan yang endemik di Papua dan juga berpotensi untuk produksi pangan di Papua.