PANTAK DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KEPERCAYAAN DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT DAYAK RIBUN

Pengarang: 

CHRISTRIYATI ARIANI

Penerbit: 

BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PONTIANAK

Tahun Terbit: 

1993/1994

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

L2.1 (DAYAK)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
76

Masyarakat Dayak Ribun sebagai salah satu sub suku dayak yang terdapat di Kalimantan Barat ternyata di dalam kehidupannya masih di liputi unsur-unsur religio magis, walaupun mereka telah menganut agama resmi. Aktifitas kehidupan masyarakat Dayak Ribun selalu mengandung makna-makna, simbol-simbol, lambang-lambang religius. Begitu besarnya pengaruh dan fungsi pantak bagi masyarakat Dayak ribun, maka penghormatan terhadap pontok tetap dilakukan oleh masyarakat. Namun, cepat atau lambat kepercayaan terhadap pontok sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan masyarakat. Hal ini disebabkan masuknya berbagai unsur asing terutama faktor pendidikan, maupun dengan diperkenalkannya agama resmi. Terutama bagi generasi mudanya dengan latar belakang pendidikan yang semakin maju sehingga dapat merubah pola berpikir, maka kebudayaan pantak berangsur-angsur akan sirna, sehingga pantak dianggap bukan lagi sebagai benda yang mempunyai makna religius melainkan pantak dianggap sebagai benda yang mengandung nilai seni semata.