PAKAIAN ADAT TRADISIONAL DAERAH JAWA TIMUR

Pengarang: 

DRA. WATIE MOERANY

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA

Tahun Terbit: 

1987

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

4.3(390-39

PAKAIAN ADAT TRADISIONAL DAERAH JAWA TIMUR

 

Eksistensi pakaian adat tradisional suku bangsa Madura di Bangkalan dan suku bangsa Jawa di Ponorogo berbeda. Bnayak faktor yang membawa perubahan-perubahan dalam perjalanan sejarah pakaian adat tradisional bangsa kita. Pengaruh kebudayaan lain yang dibawa baik oleh pendatang maupun dari masyarakat itu sendiri membawa perubahan pada bentuk, warna, motif, bahan bahkan perlengkapan busana serta tata cara berpakaian. Sebagian masyarakat terutama generasi mudanya sudah langka, bahkan cenderung tidak ada yang memakai pakaian adat ini. Demikian juga dari golongan bangsawan di Bangkalan, mereka tidak lagi memakai pakaian seperti yang diwariskan nenek moyangnya dahulu. Pergeseran nilai dari pakaian adat tradisional ini terlihat juga pada masyarakat Ponorogo. Kenyataannya untuk pakaian sehari-hari maupun resmi laki-laki mereka tidak lagi memakai pakaian yang bernama waktung dengan perlengkapan kolornya. Mereka tidak terikat harus memakai kebaya tenun lagi, sehingga nilai estetis dari tenun lurikyang menjadi ciri khas Ponorogo ini tergeser oleh bahan import yang lebih modern, baik warna maupun motifnya.