PADANG RANAH DAN TANAH BATO KABUPATEN SIJUNJUNG PROVINSI SUMATERA BARAT SEBAGAI PERKAMPUNGAN TRADISIONAL MINANGKABAU DIUSULKAN SEBAGAI WARISAN BUDAYA DUNIA KE UNESCO

Pengarang: 

NURMATIAS DAN SILVIA DEVI

Penerbit: 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

MAD-307.7 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-602-74039-1-8

Jumlah Halaman: 
210

Masyarakat Sumatera Barat umumnya dan Padang Ranah serta Tanah Bato khususnya merupakan pelaku utama dalam kelestarian daerahnya sebagai warisan budaya dunia, diharapkan menyadari atas tanggungjawab dan keuntungan yang akan diperoleh sebagai status warisan budaya dunia. Tataran idealnya sesungguhnya warisan budaya dunia diharapkan dapat memberi pengaruh positif terhadap kepentingan bersama. Dari segi ekonomis, adanya gelar warisan budaya ini mampu menambah pemasukan dan perhatian pemerintah terhadap daerah ini. Disamping memiliki keuntungan sebagai warisan dunia, gelar Status World Heritage memiliki konsekuensi untuk menjaga kelestariannya. Lebih jauh lagi, pengakuan dari Unesco membawa manfaat kesejahteraan rohaniah dan batiniah sebagaimana tertuang dalam cita-cita bangsa dan rakyat Indonesia. Dengan kekuatan kebersamaan yang dimiliki, harapan untuk mengusulkan Padang Ranah dan Tanah Bato untuk ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco dapat terwujud. Namun, lebih dari itu sesungguhnya harapan juga tertumpu pada kebertahanan sebagai identitas budaya sebagai perkampungan tradisional di Padang Ranah dan Tanah Bato dapat terwujud dengan baik.