PACU JALUR KEMERDEKAAN

Pengarang: 

AGNES BEMOE, INNER CHILD STUDIO 

Penerbit: 

DREKTORAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YME DAN TRADISI

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Riau
Rak: 

CRA- 398 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-6477-41-5

Jumlah Halaman: 
40

Indonesia sangat kaya akan budaya. Beragam suku, bangsa , bahsa dan agama ada di Indonesia. salah satunya adalah Riau. Riau yang terletak di pesisir Timur pulau Sumatera, tidak hanya kaya akan sumber daya alam tapi juga tradisi. Salah satunya adalah Pacu Jalur. Pacu Jalur ini merupakan sebuah perlombaan mendayung di sungai dengan menggunakan sebuah perahu panjang yang terbuat dari kayu pohon yang panjangnya 15-20m bisa muat 40-80 orang. Dan ini merupakan tradisi masyarakat Melayu Kuantan Singingi yang dilaksanakan setahun sekali untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI. Sebelum perlombaan, kegiatan ini biasa dibuka dengan pawai dari setiap kecamatan. Peserta pawai mengenakan baju Melayu bermotif Takuluak Barembai yaitu motif khas Taluk Kuantan, dengan membawa usungan yang disebut jambar. Jambar ini berisi aneka macam panganan kecil khas Kuantan Singingi, seperti godok, paniaram, buah inai, buah golek dan sebagainya. Selain membawa jambar, ada juga kecamatan yang menampilkan keterampilan silat sambil berpawai. Biasanya perlombaan ini dilaksanakan selama tiga hari babak penyisihan, jalur-jalur itu akan berlaga. Sistemnya sistem gugur, artinya kalau ada jalur yang kalah, jalur itu tidak bisa bertanding lagi. Pertandingan akan terus berlangsung sampai hanya tersisa dua buah jalur di babak final. Untuk persiapan Pacu Jalur, setiap desa membentuk panitia atau Partuo. Dalam pembuatan jalur, ada beberapa proses yang harus dilakukan, meliputi rapek kampung, mencari kayu, manobang kayu, mengabung kayu, maelo jalur, melayur, penurunan jalur, uji coba. Setiap malam selama penyelenggaraan pacu jalur diadakan pasar malam. Di pasar malam itu ada pertunjukan joget dan randai.