ORANG JAWA DI KABAWETAN KABUPATEN KEPAHIANG PROVINSI BENGKULU

Pengarang: 

AJISMAN DAN JUMHARI

Penerbit: 

BPNB SUMATERA BARAT

Tahun Terbit: 

2016

Daerah/Wilayah: 
Bengkulu
Rak: 

KET - 307.2 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-602-6554-06-2

Jumlah Halaman: 
198

Buku Orang Jawa di Kabawetan Kabupaten Kepahiang provinsi Bengkulu ini menjelaskan tentang orang suku Jawa yang mengikuti transmigrasi sejak tahun 1914 ke Kabawetan. Mereka tinggal di daerah Kabawetan yang pekerjaannya sebagai kuli kontrak pada perkebunan teh yang dimiliki oleh pemerintah Belanda. Kebanyakan yang bekerja di perkebunan teh adalah perempuan, sementara yang laki-laki di ladang atau kebun baik milik sendiri maupun sistem sewa. Selain bekerja di perkebunan teh dan bertani, masyarakat Kelurahan Tangsi Baru juga memelihara sapi yang sudah dilakukan semenjak tahun 1984. Dari segi pendidikan, masyarakat Kelurahan Tangsi Baru sudah cukup maju, sebagian besar mereka tidak menginginkan anaknya bekerja di PT Perkebunan teh. Sudah lebih satu abad (1914-2015) orang Jawa tinggal di Kabawetan hidup berdampingan dengan masyarakat Bengkulu, mereka yang tinggal sekarang adalah generasi ketiga. Selama satu abad mereka berintegrasi dengan penduduk setempat, bahkan sudah sering terjadi kawin campur (perkawinan berbeda suku bangsa), seperti antara suku Jawa dengan suku Rejang dan sebagainya. Keberadaan masyarakat Jawa di Kabawetan dan Kelurahan Tangsi Baru pada khususnya telah banyak membawa perubahan dalam kehidupan sosial ekonomi. Antara warga setempat dan pendatang bisa saling mempengaruhi budaya yang mereka bawa dari daerah asal mereka. Disamping itu, keberadaan orang Jawa di Kelurahan Tangsi Baru dan Kabawetan pada umumnya juga menyimpan potensi komplik, oleh karena itu diharapkan masyarakat yang telah membaur harus saling menghargai dan menghormati.