ORANG DAN PARTAI NAZI DI INDONESIA KAUM PERGERAKAN MENYAMBUT FASISME

Pengarang: 

WILSON

Penerbit: 

KOMUNITAS BAMBU

Tahun Terbit: 

2008

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

IPO - 324.2 (320-329)

ISSN/ISBN: 

979-3731-24-9

Jumlah Halaman: 
209

Pada awal 1930, dunia dilanda krisis ekonomi dan politik yang mengakibatkan kemunculan fasisme dan nazisme, dan menggiring dunia menuju pecahnya Perang Dunia II. Pada Januari 1933, partai Nazi yang dipimpin Hitler memenangkan pemilu secara mutlak. Kemenangan Hitler ini menjadi penting karena pada tahun yang sama di Hindia Belanda muncul tiga partai fasis. Dua partai adalah bentukan kaum Indo-Eropa yang menumbuhkan keyakinan baru dikalangan Indo bahwa mereka akan mampu melalui krisis ekonomi dan memperoleh kembali status quo sosial mereka seperti sebelum masa malaise. Sedangkan partai fasis ketiga adalah Partai Fascist Indonesia (PFI) yang didirikan oleh Dr. Notonindito di Bandung. Orang-orang pergerakan radikal dalam PNI Baru dan Partindo merupakan para penentang gigih fasisme. Meskipun terdapat perselisihan dalam taktik perjuangan, kedua partai ini mempunyai anggapan yang sama bahwa fasisme adalah benteng terakhir dari kapitalisme untuk mempertahankan diri dari krisis ekonomi dan politik. Menjelang pergantian abad ke-20 di Eropa bermunculan kembali gerakan-gerakan neo-Nazi sebagai reaksi terhadap resesi ekonomi yang melanda Eropa. Nasionalisme kembali muncul sebagai blok-blok dalam ekonomi kapitalis. Sejak perang dingin berakhir, Amerika Serikat menyatakan diri sebagai ‘ polisi dunia’. Irak, Libya, Iran, dan Somalia dibombardir , sementara Korea Utara tampaknya menanti giliran berikutnya.