ORANG CINA, BANDAR TOL, CANDU, & PERANG JAWA PERUBAHAN PERSEPSI TENTANG CINA 1755-1825

Pengarang: 

PETER CAREY

Penerbit: 

KOMUNITAS BAMBU

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

SUA - 951 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-602-9402-67-4

Jumlah Halaman: 
138

Sudah berabad-abad orang Tionghoa bermukim di Nusantara, terutama di Pulau Jawa dan kambat laun timbullah suatu masyarakat peranakan yang khas tetapi membaur. Belanda sendiri mengakui bahwa mereka sangat bergantung kepada kelihaian peranakan Tionghoa sebagai pebisnis untuk membangkitkan perdagangan Kompeni Dagang Hindia Belanda (VOC). Saat Perang Jawa (1825-1830) yang dipimpin Pangeran Diponegoro berkobar. Kaum peranakan menjadi sasaran dan telah terjadi pembantaian besar masyarakat Tionghoa di Jawa Tengah. Buku ini membuka perspektif baru tentang tragedi yang dipicu politik pemerintah peralihan Inggris (1811-1816) dan Hindia Belanda (pasca-Agustus 1816). Politik tersebut menggunakan orang Tionghoa sebagai ujung tombak dari suatu sistem perpajakan yang mengakibatkan penderitaan mendalam dan membangkitkan amarah rakyat dengan dibebani perdagangan candu serta pengelolaan gerbang tol.