NILAI-NILAI LUHUR BUDAYA SPIRITUAL MASYARAKAT AMMA TOA KAJANG

Pengarang: 

DRA. SITTI AMINAH P.H

Penerbit: 

KANWIL DEPDIKBUD PROPINSI SULAWESI SELATAN

Tahun Terbit: 

1989

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

1.5 (200 -

Masyarakat Ammatoa masih berpegang teguh pada nilai-nilai luhur / ajaran-ajaran tradisional leluhur mereka yang di sebut "Pasang" yang oleh salah seorang penulis tentang masyarakat Ammatoa menyebutnya "butir-butir mutiara" yang dipesankan secara lisan dari generasi ke generasi berikutnya, sehingga dapat bertahan sampai sekarang. Nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya, gotong royong, kesatuan, persatuan, keadilan sosial, saling tolong menolong, bantu membantu di kalangan masyarakat mereka. Disini kita dapat melihat bahwa masyarakat Ammatoa adalah Pancasilais. Masih banyak butir mutiara ynag perlu dilestarikan karena maish sesuai dengan kehidupan di abad ini. Masyarakat Ammatoa mengaku beragama Islam tetapi tidak menjalankan syariat agama Islam. Pemerintah menggalakkan pelestarian lingkungan hidup, tetapi bagi Ammatoa sudah sejak dulu melestarikan lingkungan sekitarnya, dilarang menebang pohon, persyaratan harus berjalan kaki sebelum mencapai batas wilayah sakral (tana kamase - masea) tersebut agar suapaya kepercayaan dan tradisi yang sudah berakar dalam kehidupan kelompok tetap terpelihara dan tidak dinodai oleh pengaruh dari luar. Masyarakat Ammatoa sudah mulai menerima perubahan seperti kalau tadinya gelas/cangkir mereka dari tempurung, sekarang sudah memakai gelas.