NILAI-NILAI KEMASYARAKATAN PADA MASYARAKAT USING DI BANYUWANGI

Pengarang: 

SUMARSONO, HELMY ASWAN

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1994/1995

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

MAT - 307.72 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
86

Dalam memenuhi kebutuhan hidup bermasyarakat, orang using di Kemiren masih memegang teguh aturan-aturan adat yang dimilikinya. Sebagian besar masyarakat Using di Kemiren masih memiliki ikatan keluarga antara satu dengan lainnya. Nenek moyang mereka berasal dari tempat yang sama, yaitu Desa Cungking. Eratnya ikatan kekeluargaan menyebabkan masyarakat Using di Kemiren menjadi suatu masyarakat tertutup. Adat istiadat yang mereka kembangkan dan dijaga secara bersama menjadi suatu alat pengikat kebersamaan diantara mereka. Eratnya ikatan kekeluargaan diantara warga masyarakat Using terlihat dalam berbagai kegiatan gotong royong. Kegotongroyongan ini seolah menjadi ciri utama dari masyarakat Using di Kemiren. Selain untuk dapat memenuhi kebutuhan bermasyarakat, berbagai bentuk kegiatan gotong royong juga dapat berfungsi sebagai suatu alat kontrol sosial. Yang lebih jauh adalah menjaga kelestarian adat istiadat yang berlaku dan menumbuhkembangkan rasa kebersamaan diantara warga masyarakatnya. Kehangatan dalam dekapan itu seolah menjadi daya tarik mereka untuk tetap berkumpul. Demikian pula bagi keselamatan dalam menjalani kehidupan atas dasar kepercayaannya, mereka memerlukan dukungan doa dari sejumlah orang. Falsafah orang Jawa tempo dulu yang mengatakan "mangan ora mangan asal kumpul" tampaknya terbukti. Dan pada masyarakat Using di Kemiren falsafah itu masih berlaku.