NILAI-NILAI BUDI PEKERTI YANG TERKANDUNG DALAM CERITA RAKYAT MELAYU DI SUMATERA UTARA

Pengarang: 

PIET RUSDI, DKK

Penerbit: 

BPNB BANDA ACEH

Tahun Terbit: 

2013

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Utara
Rak: 

5.4 (390-3

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-28-5

NILAI-NILAI BUDI PEKERTI YANG TERKANDUNG DALAM CERITA RAKYAT MELAYU DI SUMATERA UTARA
Selain dongeng, masyarakat Melayu juga memiliki kekayaan folklor berupa tradisi lisan berbentuk cerita jenaka dan cerita binatang. Pada masyarakat Melayu, kedua jenis cerita ini lebih mudah diingat dan lebih bertahan karena versinya yang relatif banyak dan ceritanya relatif lebih sederhana. Oleh karenanya, pencerita memiliki kebebasan lebih dalam mengembangkan cerita. Cerita rakyat memiliki banyak bentuk, salah satunya adalah cerita jenaka. Cerita ini mengusung maksud dan bentuk yang mengutamakan penyampaian pesan yang menghibur, memberi petunjuk dan bernada sindiran. Selain itu, terdapat satu ciri yang khas pada cerita jenaka ini, yaitu kekuatan cerita ada pada watak atau karakter tokoh cerita, khususnya sang tokoh utama. Melalui perwatakan tersebut, cerita berkembang menjadi sebuah kisah yang penuh dengan hiburan dan sindiran. Selain cerita jenaka, salah satu bentuk cerita rakyat lainnya adalah cerita binatang. Cerita binatang berarti sebuah cerita yang menjadikan binatang sebagai tokoh utama cerita yang dipersonifikasi sebagai manusia dan melakukan aktifitas sebagaimana manusia, yaitu berbicara, berfikir, melakukan tipu muslihat dan sebagainya.