NII SAMPAI JI  SALAFY JIHADISME DI INDONESIA

Pengarang: 

SOLAHUDIN

Penerbit: 

KOMUNITAS BAMBU

Tahun Terbit: 

2011

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

SPR - 904.7 (900-909)

ISSN/ISBN: 

979-3731-95-8

Jumlah Halaman: 
293

Ideologi mirip salafy jihadisme sudah berakar di Indonesia sejak paruh akhir 1940-an. Gerakan Darus Isla (DI) yang dipimpin oleh Kartosoewirjo mempunyai paham yang serupa dengan doktrin salafy jihadisme. Mereka mendeklarasikan jihad melawan pemerintah Indonesia yang dihukumi kafir, karena tidak menegakkan syari’at Islam. Kemudian pada tahun 1970-an, ajaran-ajaran Darus Islam dikawinkan dengan pemikiran Abu Ala Maududi, tokoh Jamaat Al Islami, Pakistan serta Sayyid Qutb, tokoh Ikhwanul Muslimin, maka lahirlah tauhid RMU (Rububiyah, Mulkiyah dan Uluhiyah). Inilah doktrin tauhid versi DI yang semakin mirip dengan doktrin tauhid hakimiyah versi salafy jihadisme. Tak hanya itu, pada tahun ’80-an, pemikiran DI makin dimatangkan, ketika beberapa anggotanya berinteraksi langsung dengan orang-orang Ikhwanul Muslimin. Jamaah Islamiyah didirikan pada 1 Januari 1993. Mereka mengadopsi ideologi salafy jihadisme. JI melihat rezim Orde Baru sebagai musuh utama yang harus diperangi. Namun pada awal 1998, terjadi peristiwa penting bagi gerakan jihad yang berakibat berubahnya orientasi perjuangan sebagian aktivis JI. Dari sejarah kelahiran gerakan jihad dan paham salafy jihadisme di Indonesia, ada dua kondisi sosial dan politik yang memudahkan ajaran ini tumbuh, yaitu kondisi perang dan kondisi negara yang represif. Kelompok Salafi Jihad di Indonesia mempunyai aneka wajah. Meskipun menganut doktrin yang sama, namun mereka punya wajah yang berdeda-beda. Di Indonesia kelompok ini bisa dibagi dalam tiga kelompok, meliputi (pertama) yaitu kelompok Salafy Jihadi yang punya prioritas utama memerangi penguasa murtad; (kedua) kelompok nomadic jihadist, yaitu kelompok jihad yang mempunyai pandangan memerangi kafir harby yang menyerang umat Islam menjadi prioritas utama; (ketiga) yaitu kelompok pendukung Usamah Bin Laden. Kelompok ketiga ini punya prioritas memerangi Amerika dan sekutunya kapanpun dan dimanapun berada. Namun meskipun terbelah menjadi tiga kelompok, di level anggota sering terjadi kerjasama antarkelompok atau berpindah orientasi perjuangan.