NELAYAN DAN KEMISKINAN MENALAYAN BUGIS SUMPANG MINANGAE

Pengarang: 

SYAMSUL BAHRI, FATMAWATI P

Penerbit: 

UNHAS PRESS

Tahun Terbit: 

2019

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

PPM - 303.4 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-979-530-237-7

Jumlah Halaman: 
129

Masyarakat yang bermukim di wilayah Sumpang Minangae Parepare khususnya yang berada pada posisinya sebagai pengguna sekaligus pemanfaat lingkungan alam laut (nelayan) menerapkan berbagai strategi terutama yang erat keterkaitannya dengan penggunaan sarana dan prasarana pendukung, termasuk aktivitas lainnya yang tidak terkait langsung dengan aktivitas penangkapan. Bentuk dan model strategi yang dimaksud yaitu berupa penggunaan peralatan tangkap yang disebut jala. Dimana jala tersebut merupakan alat tangkap walaupun berada pada posisi peralatan yang bersifat tradisional oleh karena menjadi peninggalan para leluhur, tetapi justru masih berada pada posisi yang tetap menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat pendukungnya. Pada prinsipnya bentuk dan model keterlibatan pemerintah dan unsur masyarakat lainnya dalam usaha perubah pola hidup masyarakat walau sebesar belum berlangsung secara maksimal, tetapi tujuan kearah mengubah pola hidup masyarakat nelayan yang dewasa ini bermukim di Sumpang Minangae ke arah yang lebih baik dari yang tampak dewasa ini tetap terlaksana. Usaha masyarakat nelayan yang bermukim di wilayah Sumpang Minangae melepaskan diri dari pola hidup keterpurukan, walau bukan model dimaksud menjadi penentu utama tetapi sedikit banyaknya dapat teratasi adalah tetap bertahan pada sebuah tatanan yang memang menjadi identitas masyarakat tertinggal adalah sistem gotong royong.