MONOGRAFI KEBUDAYAAN BUGIS DI SULAWESI SELATAN

Pengarang: 

AMINAH P. HAMZAH, MAKMUN BADARUDDIN, MUH. SALIM

Penerbit: 

PEMERINTAH DAERAH TINGKAT I SULAWESI SELATAN

Tahun Terbit: 

1984

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

KSB - 306 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
166

Daerah Sulawesi Selatan didiami oleh 4 suku bangsa, yaitu Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja. Untuk suku Bugis mendiami daerah Kabupaten Bone, Soppeng, Wajo, Luwu, Sidenreng rappang, Pinrang, Bulukumba, Sinjai, Barru, Pangkajene Kepulauan, Enrekang dan Kota Madya Pare-Pare. Bahasa Bugis pada zaman dahulu kala menjadi bahasa untuk semua kegiatan kebudayaan orang Bugis. Bahasa itu dipergunakan dalam menyebarkan agama, perdagangan, pertanian dan dalam ilmu kesusasteraan. Bahasa daerah lainnya ialah bahasa daerah Makassar, Mandar dan Toraja. Bahasa-bahasa daerah Sulawesi Selatan termasuk dalam rumpun bahasa Melayu Polinesia. Sistem mata pencaharian hidupnya yaitu : Berburu, Meramu, Perikanan, Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kerajinan. Fungsi ari pemimpin-pemimpin mereka ialah memutuskan perkara-perkara sengketa dan memimpin upacara-upacara adat. Diantara pemimpin yang satu dengan pemimpin yang lainnya membentuk persekutuan untuk melawan pemimpin lainnya. Akan tetapi pada akhirnya mereka sama menyadari perlunya mewujudkan perdamaian. Hukum waris yang berlaku dalam masyarakat Bugis pada umunya sama dengan masyarakat Makassar disesuaikan dengan hukum waris menurut Agama Islam.