MOBILITAS SOSIAL PENDUDUK KOTA BUKITTINGGI

Pengarang: 

LIA NURALIA, REFISRUL, ZUSNELLI ZUBIR

Penerbit: 

BKSNT PADANG

Tahun Terbit: 

2003

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

KET - 304.62 (300-309)

ISSN/ISBN: 

979-9388-35-X

Jumlah Halaman: 
152

Mobilitas sosial penduduk yang terjadi di Kota Bukittinggi disebabkan oleh faktor yang bersifat fisik dan non fisik. Faktor yang bersifat fisik meliputi daya tarik kota (daerah tujuan) dan daya dorong desa (daerah asal). Adapun faktor non fisik adalah merantau dalam budaya Minangkabau yang masih berlaku sampai saat ini, termasuk bagi masyarakat Kota Bukittinggi dan sekitarnya. Proses mobilitas sosial penduduk yang terjadi di Kota Bukittinggi terdiri dari mobilitas sosial horisontal dan vertikal. Adanya mobilitas sosial horisontal, baik permanen maupun non permanen menunjukkan bahwa Kota Bukittinggi mengalami perkembangan yang relatif pesat, sehingga menarik banyak pendatang dari berbagai daerah. Adanya proses mobilitas vertikal menunjukkan bahwa stratifikasi masyarakat Bukittinggi dapat dikatakan relatif terbuka. Konsep mobilitas vertikal dapat digunakan sebagai salah satu indikator penting dalam mengukur keadilan sosial. Keadilan sosial antara lain kesempatan yang sama dalam bidang pendidikan. Mobilitas sosial penduduk mempunyai dampak terhadap tata lingkungan kota dan pariwisata, baik dampak positif maupun dampak negatif.