MENGGALI KEARIFAN LOKAL KAITANNYA DENGAN KONSERVASI LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT DONGGALA KHUSUSNYA KA

Pengarang: 

AGUS WALUKOW, DKK

Penerbit: 

BPNB MANADO

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Tengah
Rak: 

3.1(300-31

ISSN/ISBN: 

978-602-9374-54-4

MENGGALI KEARIFAN LOKAL KAITANNYA DENGAN KONSERVASI LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT DONGGALA KHUSUSNYA KAILI DA’A DI SULAWESI TENGAH

Pemanfaatan lahan guna kegiatan bercocok tanam oleh beberapa masyarakat adat Da’a yang ada di wilayah sekitar kamalisi dilandaskan pada kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun temurun dan diaplikasikan. Masyarakat adat Da’a masih bersandar pada skema adat dalam mengelola wilayah kamalisi. Skema adat tersebut berisi aturan dalam bentuk lisan yang masih dipahami dan dipatuhi oleh masyarakat adat Da’a. Aturan adat yang diwariskan secara lisan tersebut khususnya dalam pengelolaan wilayah kamasili telah menjadi peta kognitif yang dipahami secara sadar oleh masyarakat adat Da’a sehingga ketika masyarakat Da’a mengaplikasikan aturan tersebut maka konservasi lingkungan khususnya pada wilayah kamalisi berlangsung tanpa paksaan. Konservasi lingkungan berdasarkan pada kearifan lokal yang dimiliki masyarakat adat akan menghasilkan pengelolaan lingkungan yang arif dan bijaksana. Karena bila masyarakat adat Da’a melanggar aturan adat yang telah ditetapkan maka bencana alam yang nantinya akan menimpa mereka terlebih dahulu yang tinggal diwilayah kamalisi. Mitos penciptaan dan anggapan bahwa puncak kamalisi dan wilayah-wilayah tertentu dihuni oleh roh spiritual menjadi kearifan lokal tersendiri bagi masyarakat adat Da’a dalam mengelola wilayah kamalisi. Hal tersebut jugalah yang menjadi salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Da’a dalam mengelola wilayah kamalisi.